WONOGIRI — Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Prosesi penandatanganan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Program Pascasarjana Univet Bantara, Dr. Veronika Unun Pratiwi, M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, dan disaksikan langsung oleh Ketua Pembina dari Yayasan Pembina Pendidikan/Perguruan Veteran Sukoharjo (YPPP Veteran), Drs. Bambang Margono, M.M.. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara Univet Bantara dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri terkait pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Wonogiri.
Kerja sama yang dirancang untuk jangka waktu lima tahun ini memiliki fokus utama pada penguatan mutu pendidikan, peningkatan kualifikasi akademis, serta kompetensi profesional para guru Bahasa Indonesia di wilayah Kabupaten Wonogiri melalui program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui kerja sama ini, Program Pascasarjana Univet Bantara berkomitmen untuk memfasilitasi peningkatan kualifikasi S2 bagi para pendidik, memberikan pendampingan akademik, serta menyediakan narasumber dan pakar dalam berbagai kegiatan pelatihan literasi, pedagogi bahasa, hingga klinik penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Sementara itu, Disdikbud Kabupaten Wonogiri menyambut baik kemitraan strategis ini dengan memberikan rekomendasi dan dorongan bagi para guru Bahasa Indonesia untuk melanjutkan studi jenjang S2 di Univet Bantara. Selain itu, Disdikbud Wonogiri juga memfasilitasi akses perizinan bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana Univet Bantara dalam melaksanakan kegiatan penelitian, pengambilan data tesis, serta pengabdian kepada masyarakat di sekolah-sekolah di wilayah Wonogiri.
Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah ini, diharapkan hasil-hasil riset kolaboratif mengenai problematika pembelajaran, penguatan literasi sekolah, dan pengembangan kearifan lokal Wonogiri dapat diimplementasikan secara nyata guna mendorong kemajuan mutu pendidikan masyarakat di Kabupaten Wonogiri. (Admin)